SELAMAT DATANG !!!

Semoga Anda mendapatkan apa yang Anda cari, DISINI.

Rabu, 11 Februari 2015

Mari, Sukseskan Konferensi Cabang PGRI Sinjai Barat Tahun 2015


Catatan Kecil dari Seleksi dan Diklat Calon Kepala Sekolah In - 1

Penulis :Akmal Juhaepa,S.Pd
(Sekretaris PGRI Cabang Sinjai Barat Masa Bhakti 2009-2014)
(Guru SMP Negeri 3Sinjai Barat)


AWALNYApenulis mengikuti kegiatan ini  karena  rekomendasi pimpinan untuk mengikuti perintah dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Sinjai agar masing-masing satuan pendidikan mengirimkan satu orang guru terbaiknya untuk mengikuti seleksi dan Diklat calon kepala sekolah (Cakep).
Sama seperti peserta lain, awalnya penulis juga berasumsi ini hanya pelatihan biasa sebagaimana kegiatan lain yang “katanya” untuk menghabiskan anggaran akhir tahun. Tetapi yang terjadi tidak seperti yang dibayangkan.
Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) yang berlokasi di Solo Jawa Tengah dengan dukungan penuh dari USAID melalui AEPI-SSQ Australian AID yang bekerjasama dengan 74 Dinas Pendidikan Kabupaten/kota memang sedang melaksanakan piloting program penyiapan calon kepala sekolah tahap II yang diawali dengan seleksi administrasi ditingkat Kabupaten/kota  dan bagi peserta yang lulus tahap ini harus mengikuti seleksi kademik yang dilaksanakan di Propinsi.
Setelah para Bakal Calon Kepala Sekolah diperiksa dan diteliti berkas yang telah disetor ke Panitia, maka dinyatakan lulus berkas sebanyak 50 orang dan dilanjutkan dengan seleksi akademik pada tanggal 23 – 26 Nopember 2012 di Hotel Arya Duta Makassar. Materi Seleksi terdiri dari tes akademik, tes Penilaian Potensi kepemimpinan, tes penyusunan makalah kepemimpinan dan wawancara yang memerlukan waktu dua hari langsung ditangani oleh pihak LPPKS Solo.
Dari 50  peserta se Kabupaten Sinjai yang ikut seleksi hanya 30 peserta  (4 SMA, 4 SMK,   13 SMP dan  9 SD) yang dinyatakan lulus dan dapat melanjutkan ke tahap Diklat. Diklat  cakep  tahap II inservis-I tanggal 2  sampai 8 Januari 2012 untuk 8 kabupaten, yaitu Sinjai, Maros, Bone, Luwu Timur, Bantaeng, Sidrap, Wajo dan Tator dilaksanakan di hotel Sahid Jaya Makassar. Role Playing Kegiatan Supervisi Akademik
 
Peserta Cek-in mulai jam 13.00 Wita sampai sore hari, dilanjutkan dengan acara pembukaan jam 16.00 Wita yang dibuka langsung oleh Prof. Wirdaningtyas, M.Stats (Kepala LPPKS Indonesia) dan dilanjutkan dengan memperkenalkan 16 Master Trainer (MT) Nasional dan terakhir kegiatan registrasi peserta, malam harinya seluruh peserta yang berjumlah 240 orang berkumpul di aula untuk mengikuti free test yang dilanjutkan dengan materi umum dari Ibu Prof. Wirdaningtyas tentang Orientasi Program dan setelah itu peserta istirahat malam untuk persiapan kegiatan besok sampai 6 hari ke depan.  I do my best, you do your best, we do our best, Yes,
Is the best!. Tepuk tangan menggema di aula Utama Hotel Sahid Jaya Makassar mengawali kegiatan pembelajaran pelatihan calon Kepala Sekolah (Cakep). Kegiatan dinamika kelompok atau Kepemimpinan Pembelajaran (selama 2 hari) diawali dengan kontrak program MT dengan peserta, diantaranya peserta dilarang mengaktifkan HP, dilarang menonton TV, membaca koran atau majalah, peserta dilarang menerima tamu, dilarang terlambat masuk materi dll yang akibatnya berupa sanksi apabila hal tersebut dilanggar dan ketahuan, namun seiring dengan semangat dan kebersamaan pada akhirnya kontrak itu bisa kami lalui dengan menghasilkan makna dan hikmah yang sangat berguna bagi kita semua para peserta.
Awalnya memang terasa lucu, dimulai dengan pembentukan, prosesi penyerahan bendera dan atribut suku berupa scraf yang harus diikat ditempat yang sesuai dengan kesepakatan anggota kelompok. Peserta kemudian dilatih untuk melafalkan yel-yel cakep nasional seperti yang tertulis di atas.
Setelah semua lancar, oleh Master Trainer (MT) masing masing suku diminta membuat yel-yel suku selama 10 menit.
Dari kegiatan inilah dimulai kelucuan-kelucuan selama dua hari penuh. Bagai mana tidak, memperagakan yel-yel, membuat koreografi  selama 25 menit dan menarikannya (pada tahap ini walaupun kelihatan aneh, angkat salut untuk Bapak-Bapak yang sudah mau berusaha menggerakkan badan demi menjaga nama  dan kesolidan suku), Pesan gambar, Motor mania,  bom waktu, pabrik kapal, membangun menara, Pesan berantai serta permainan lain yang dikemas dengan model dan peraturan yang menarik,  dengan waktu sangat terbatas dan mempunyai ciri khas tersendiri, ditambah godaan dan hasutan yang dilakukan suku yang ditugaskan sebagai penggoda, lazimnya dilakukan oleh anak-anak dan remaja. 
Memang terlihat sepele, akan tetapi setelah kami melakukan game demi game terasa sekali makna dan tujuan yang diinginkan. Ini kita ketahui setelah setiap game selesai dilakukan suku berhasil atau tidak, maka suku tersebut harus menanggapi apa yang menjadi keunggulan dan kelemahan suku serta kemampuan apa saja yang harus dimiliki peserta untuk menyelesaikan permainan itu.

Dinamika Kelompok: Membangun menara setinggi mungkin dengan bahan Dari pipet
Tujuannya, sebelum peserta diklat memulai kegiatan pembelajaran di dalam kelas, terlebih dahulu didesign games  sebagai pengetahuan awal peserta diklat tentang lima kompetensi kepemimpinan yang dikemas melalui kegiatan dinamika kelompok berupa games. Selain itu setiap orang yang terpilih sebagai kepala suku atau anggota pada setiap games harus dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif, berani, berpikir positif, motivasi, pantang menyerah dan yang paling utama adalah perencanaan yang matang untuk menjalankan suatu tindakan.
Yang paling mengesankan adalah pada saat pengumuman juara, terlihat sekali rasa kebersamaan dan sportifitas antar kelompok. Sebelum penyerahan bendera suku  kepada MT dilakukan sebagai akhir dari dinamika kelompok,  semua peserta termasuk MT secara bergantian memberikan selamat kepada suku yang menjuarai kegiatan.
Pada malam harinya dimulailah pembelajaran di kelas yang dimulai dengan materi tentang spiritual leadership dan hari-hari selanjutnya banyak materi yang harus di terima peserta diantaranya  kepemimpinan pembelajaran, kewirausaaan,  penyusunan RKS, pengelolaan PTK, pengelolaan keuangan, pengelolaan sarana dan prasarana, pengelolaan peserta didik, pengelolaan kurikulum, TIK, pembinaan ADM sekolah, manajerial,  supervisi akademik, RTK, monitoring dan evaluasi dan lain-lain.
Kegiatan pembelajaran siang hari  dimulai dari pukul 08.00 wib sampai pukul  17.30 wib dan pada malam hari dimulai dari pukul 19.00 wib sampai pukul 21.30 wita. Yang mengherankan, sepertinya peserta tidak pernah bosan dengan materi-meteri yang diberikan oleh MT. Hal ini mungkin disebabkan oleh muatan materi yang  memang sangat penting dan MT tidak  sekedar memberikan materi melalui ceramah, tetapi diawali dengan menayangkan masalah/kasus yang bersumber dari film, animasi, pernyataan dan lain-lain yang meminta perhatian peserta diklat untuk memahami, menganalisa, menanggapi serta  memecahkan masalah/kasus tersebut. Selanjutnya terjadilah diskusi-diskusi kelompok besar ataupun kelompok kecil yang berkaitan dengan materi.
Walaupun tubuh terasa letih dan persendian masih terasa sakit akibat olah raga kejutan selama 2 hari, peserta tetap bersemangat untuk berusaha menyampaikan ide dan aspirasinya dalam menanggapi masalah tersebut.
Semangat peserta sepertinya tidak mundur, Ini terlihat dari antusias peserta ketika melaksanakan diskusi-diskusi dan menyelesaikan tugas dari masing-masing MT.
Merupakan suatu kesan yang menyenangkan ketika mengikuti kegiatan ini. Bukan karena embel-embel kepala sekolah. Hal ini bukan menjadi fokus utama, dan menjadi tidak penting rasanya jika dikaitkan dengan wawasan keilmuan. Ini tampak dari raut wajah semua peserta  seperti tidak puas mereguk ilmu yang diberikan. Apalagi salah seorang sahabat cakep dari Kabupaten Bantaeng sempat menangis terharu saat berbicara di depan semua peserta yang intinya sangat terkesan dengan kegiatan Diklat ini.
Kini, setelah menyelesaikan kegiatan diklat in-1 selama 70 jam (7 hari) peserta diklat masih harus menyelesaikan PR nya berupa pelaksanaan on the job learning  (OJL) selama 200 jam ( lebih kurang 3 bulan)
dimana masing-masing peserta wajib melaksanakan magang selama 150 jam di sekolah tempat peserta bertugas dan 50 jam di sekolah yang setara atau lebih tinggi levelnya untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama kegiatan pelatihan.
Hasil dari OJL  yang merupakan laporan tertulis ini akan presentasikan pada diklat inservice-II.
Suatu harapan, semoga kandidat-kandidat dari 8 Kabupaten di Sulawesi Selatan, terkhusus Kabupaten Sinjai dapat melaksanakan tugas ini dengan baik sampai selesai. Terasa berat memang, tapi melihat keyakinan, semangat, dan kemampuan mereka  mudah-mudahan akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang  berkualitas yang benar-benar mampu memainkan tugas, peran dan fungsinya  sesuai dengan PP no. 13 Tahun 2007 dalam upaya mewujudkan cita-cita pendidikan yaitu membentuk insan Indonesia yang cerdas dan
kompetitif.

Kamis, 19 Januari 2012

UJIAN NASIONAL TAHUN 2012


Pelaksanaan Ujian Nasional SD/SDLB, SMP/Mts, SMA/MA telah secara resmi ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (PERMENDIKBUD) Nomor 59 Tahun 2011 yang didalamnya terdapat POS UN, Kisi-kisi soal UN, dan jadwal pelaksanaan UN 2012. Jadi diharapkan kepada semua guru agar dalam upaya mempersiapkan siswa menghadapi UN 2012 hendaknya mengacu pada PERMENDIKBUD tersebut.

Jadwal UN 2012
No JENJANG PENDIDIKAN WAKTU PELAKSANAAN UN PENENTUAN KELULUSAN
UTAMA SUSULAN
1 SMA/MA dan SMK 16 – 19 April 2012 23 – 26 April 2012 24 Mei 2012
2 SMP/MTs dan SMPLB 23 – 26 April 2012 30 April – 4 Mei 2012 2 Juni 2012
3 SD/MI DAN SDLB 7 – 9 Mei 2012 14 – 16 Mei 2912 Kewenangan Provinsi

Kriteria kelulusan UN Tahun 2012 tidak berbeda jauh dengan tahun sebelumnya, yakni sebagai berikut:
1. Untuk SD/MI dan SDLB, kelulusannya ditetapkan oleh satuan pendidikan melalui rapat dewan guru,    sedangkan untuk SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK kelulusan ditetapkan oleh BSNP berdasarkan perolehan Nilai Akhir (NA)
2. Penghitungan Nilai Akhir (NA) adalah: NA= 60% Nilai Ujian Nasional + 40 % Nilai Sekolah, dimana nilai sekolah diperoleh dari 60% Nilai Ujian Sekolah + 40% rata-rata nilai rapor. (Nilai rapor semester 7 s/d semester 11 untuk SD)

3. Siswa SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK dinyatakan lulus UN apabila peserta didik mencapai nilai rata-rata NA paing rendah 5,5 dan NA tiap mata pelajaran 4,0

Selain kriteria kelulusan di atas, tentu saja ada beberapa persyaratan lainnya, misalnya memiliki nilai rapor, lulus untuk nilai ujian sekolah, nilai kepribadian, dan sebagainya.

Kamis, 05 Mei 2011

IURAN PGRI

Konon Kabarnya PGRI Cabang Sinjai Barat berutang sekitar Rp. 7.000.000,- (tujuh juta rupiah) sejak tahun 2004 sampai sekarang. Hal ini disebabkan oleh sulitnya proses penagihan iuran anggota karena sekarang ini anggota PGRI cabang Sinjai Barat menerima gajinya langsung di Bank Sulsel. Berbeda dengan beberapa tahun yang lalu, gaji pegawai di Kecamatan Sinjai Barat diterima lewat Bendaharawan Gaji Kantor Camat Sinjai Barat. Jadi iuran PGRI dipotong oleh Bendaharawan Kecamatan yang selanjutnya disetor ke pengurus PGRI.
Untuk mengoptimalkan penarikan iuran PGRI mendatang, PGRI telah mengadakan kerjasama dengan pihak Bank Sulsel Cabang Sinjai dalam hal penarikan iuran anggota, hal ini diungkapkan oleh Ketua PGRI Kabupaten Sinjai, Bapak Drs. Andi Grandyanto Asapa, M.Si. yang juga Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kab. Sinjai pada majalah "Suara Bersatu" (Majalah Pemerintah Kabupaten Sinjai).Prosesnya yaitu dengan meng-aouto kredit-kan iuran sebesar Rp. 2.000,- (dua ribu rupiah) per bulan dari rekening guru yang menerima gaji di Bank Sulsel atau yang lazim disebut oleh kalangan guru "Bank BPD". Untuk sementara, hal ini berlaku bagi guru SD yang menerima gaji di Bank Sulsel itu. Bagi guru yang menerima gaji selain di Bank Sulsel seperti guru SD yang masih berstatus CPNS, guru SMP, dan SMA menunggu ketentuan berikutnya.
Kerjasama ini diharapkan akan mengoptimalkan kinerja organisasi kita (PGRI) karena salah satu penunjang keaktifan organisasi adalah anggaran/biaya.

Selasa, 03 Mei 2011

MEMPERINGATI HARI PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2011

PGRI cabang Sinjai Barat memperingati hari Pendidikan Nasional tahun 2011 dengan melaksanakan beberapa kegiatan, yaitu SEMINAR/WOORKSHOOP ICT, Lomba Shalawat Badar, lomba tenis meja, dan upacara.
Pada hari Sabtu tanggal 30 April 2011, bekerjasama dengan Badan komunikasi dan Informatika Kabupaten Sinjai yang difasilitasi oleh KPLI (Kelompok Pengguna Linux Indonesia) Sinjai  melaksanakan Seminar/Woorkshop ICT yang bertempat di gedung SD Negeri No. 136 Hulo.Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 30 orang peserta dari masing-masing ranting PGRI cabang Sinjai Barat. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bidang Aplikasi dan Telematika Drs. Syamsir Tabiala yang dalam sambutannya menekankan pada para guru untuk menggunakan perangkat lunak komputer Linux agar terhindar dari pembajakan dimana pembajakan termasuk perbuatan melanggar hukum.Pada pukul 16.00 WITA, Kepala Badan komunikasi dan Informatika Kabupaten Sinjai yang juga menjabat sebagai Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten SInjai mengharapkan agar hasil kegiatan ini dapat diaplikasikan oleh guru peserta di sekolah masing-masing untuk menunjang ketertiban administrasi perkantoran.
 dari kiri ke kanan: KPLI Sinjai, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Sinjai, Ketua PGRI Cabang Sinjai Barat, Kabid. Aplikasi dan Telematika BAKOMINFO Sinjai
peserta woorkshop

Ketua PGRI Cabang Sinjai Barat dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat membawa pendidikan di kecamatan sinjai Barat ke arah yang lebih baik sejalan dengan perkembangan IPTEK sekarang ini.
Kegiatan berikutnya adalah lomba Sahalawat Badar yang diselenggarakan pada hari Minggu (010511) yang bertempat di SMA Negeri 1 Sinjai Barat. Lomba ini diikuti olah utusan dari ranting Balakia, ranting Terasa, ranting Barania, ranting Gunung Perak, ranting khusus SMP I, ranting khusus SMA 1, ranting Arabika, dan ranting Bonto Salama.
Ketua PGRI Cabang Sinjai Barat dalam pembukaan kegiatan lomba mengharapkan kegiatan ini dapat menemukan calon peserta yang dapat mewakili Cabang PGRI Sinjai Barat dalam lomba tingkat Kabupaten nantinya.
Juara I diraih oleh utusan ranting Gunung Perak, menyusul ranting khusus SMPN 1 sebagai peringkat ke-2 dan ranting khusus SMA Neg. I menempati urutan ke-3. Menyusul ranting Balakia, Barania, Bontosalama, Terasa, dan Arabika berturut-turut mendapatkan posisi juara harapan. Kedelapan utusan ini telah berlomba mendapatkan nilai terbanyak dari penilaian 3 (tiga) orang dewan juri yang masing-masing menilai unsur pakaian, performance, materi lagu dan gaya dengan melantunkan lagu wajib "Sahalatullah" dilanjutkan dengan lagu pilihan.
 grup ranting Bonto Salama
 grup ranting khusus SMP I Sinjai Barat
 grup ranting Arabika
 grup ranting Barania
 grup ranting khusus SMA Negeri I Sinjai Barat
grup ranting Terasa
grup ranting Gunung Perak

Pada hari itu juga di lokasi yang sama dilaksanakan lomba tenis meja tunggal putra dan putri. Tampil sebagai juara I, Burham,S.Pd. dari ranting khusus SMP I, Akmal Juhaepa,S.Pd dari ranting khusus SMP 3 meraih juara II, Indra Jaya dari Ranting Gunung Perak meraih juara III, menyusul H.Muhammad Yusuf,S.Pd. dari ranting Balakia memperoleh juara harapan I
Di tunggal putri, berturut-turut Hamidah, Sutarni,S.Pd., Dahniar,S.Pd., dan Rosmaniar memperoleh juara I,II,III, dan juara harapan.
Kegiatan memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2011 diakhiri dengan pelaksanaan upacara penaikan bendera yang diikuti oleh unsur KORPRI, TNI, Kepolisian, dan Siswa-siswi dari tingkat SD, SMP, dan SMA.
 tamu dan undangan
 pengibar bendera

Dari kiri ke kanan : Ketua PGRI Cabang Sinjai Barat, Kapolsek Sinjai Barat, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kec. Sinjai Barat, Sekretaris Camat Sinjai Barat


Bertindak sebagai inspektur upacara, Komandan Rayon Militer (KOramil) Sinjai Barat yang baru ditugaskan mengamanatkan agar semua unsur masyarakat dapat memasyarakatkan dan melaksanakan tertib lalu lintas sebagai wujud dari pendidikan kewarganegaraan. Baik pegawai maupun siswa-siswi diharapkan mewaspadai wabah HIV/AIDS. Juga beliau menghimbau masyarakat melalui pendidik agar mengindahkan PERDA Kab. Sinjai tentang JAMKESDA yang menurutnya sangt bermanfaat demi penjaminan kesehatan masyarakat Sinjai pada khususnya.
Pengibaran Bendera merah putih dilaksanakan oleh tiga orang siswa-siswi SMA Negeri 1 Sinjai Barat yaitu Muh. Nur Qamarullah, Aswar Anas, dan Ayu Sri Rahayu.
Setelah pelaksanaan upacara, hadirin dihibur oleh kelompok kasidah dari siswi SMP Negeri I Sinjai Barat dan grup shalawat badar yang memperoleh juara I, II, dan III dalam lomba satu hari sebelumnya.

Sabtu, 23 April 2011

PENGURUS CABANG PGRI SINJAI BARAT MASA BAKTI 2009-2014

DEWAN PENASEHAT
1. Agung Budi Prayogo,S.IP.
2. Jamaluddin,BA.
3. Drs. Muhtar
4. Abd. Asis,S.Pd.
5. Abd. Syukur,S.Pd.
PENGURUS HARIAN
Ketua                                       : Drs. H. Jawade
Wakil Ketua                             : Drs. Bahtiar, M.Pd.
Sekretaris                                : Akmal Juhaepa,S.Pd.
Wakil Sekretaris                       : Usman Harfin,S.Pd.
Bendahara                              : Jamila,S.Pd.
SEKSI-SEKSI
1. Seksi Organisasi dan Kederisasi                                          : Yusuf,S.Pd.
2. Seksi Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan                         : Muh. Said,S.Ag.
3. Seksi Informasi dan Komunikasi                                          : Imran,S.Pd.
4. Seksi Penelitian dan pengembangan                                  : Halpin Hasyim,S.Pd.
5. Seksi Pendidikan dan Latihan                                              : Muslimin,S.Pd.
6. Seksi Pemuda Olah Raga                                                   : Dahniar,S.Pd.
7. Seksi Pengembangan Karir dan profesi                              : A. Hasbullah,S.Ag.
8. Seksi Kerohanian                                                                : Ismail,BA.
9. Seksi Pemberdayaan Perempuan                                       : Kartini,S.Pd.
10.Seksi Pengembangan Kesenian dan kebudayaan             : Hj. Baderiah,S.Pd.
11.Seksi Pengabdian Masyarakat                                           : Fatimah,S.Pd.
12.Seksi Advokasi dan Perlindungan Hukum                          : Barham,SH.,S.Pd.